JAS MERAH
(JANGAN
SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH)
Sudah tidak asing lagi bagi kita selaku bangsa Indonesia yaitu pada
tangal 17 Agustus, kita tidak pernah absen dalam merayakan momentum yang sangat
bersejarah. Karena pada tanggal itulah Negara Indonesia memproklamasikan
kemerdekaannya dan mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa Negara Indonesia
bukan lagi Negara yang dijajah dan diperbudak, namun sudah menjadi Negara
merdeka tanpa ada kekangan dari Negara lain khususnya Negara-negara barat yang
telah memperbudak Negara Indonesia selama kurang lebih 3 abad lamanya. 3 abad
bukanlah waktu yang sebentar, namun waktu yang membuat jasmani bangsa kita
gemetar dan berdebar-debar dalam mengahadapi penindasan yang dilakukan oleh
bangsa-bangsa lain yang sangat kurang ajar dan tidak bermoral. Dibalik rasa
itu, jiwa bangsa kita selalu maju tak gentar sepanjang waktu masih berputar.
Sehingga harapan dan cita-cita bangsa kita yang dulu masih bersemayam, kini
sudah berkibar dengan kibaran bendera sang saka merah putih.
Tidak heran jika kita
selaku generasi penerus bangsa, selalu merayakan hari kemenangan Negaranya
sendiri. Bukan hanya kalangan berdasi saja yang merayakan, tapi kaum
bersarungpun juga ikut menyorak-nyoraikan dalam peringatan HUT Republik
Indonesia. Salah satunya yaitu santri Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah
tepatnya di desa Sumberanyar kecamatan Paiton yang diasuh oleh KH. Ach. Fauzi
Imron, Lc. M.Sc. seluruh santri, tanpa terkecuali baik itu siswa maupun
mahasiswa bahkan yang sudah sarjana yang bermukim disini ikut melaksanakan
upacara bendera ala santri. Seperti apa upacara ala santri ? yaitu upacara
dengan mengenakan pakaian ala santri. Seperti sarung, baju koko, dan kopyah
yang merupakan ciri khas dari santri.
Upacara dilaksanakan di
halaman Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah yang sudah dipenuhi dengan
bingkai-bingkai merah putih. Agar kita yang berada dalam bingkai merah putih
tersebut turut merasakan dan bisa menanamkan jiwa merah putih kepada kita, terutama
bagi kalangan kaula muda. Karena masa depan bangsa Indonesia ada di genggaman kaum muda. Jika pemudanya
perfect dan bermental merah putih, dalam artian merah artinya berani dan putih
artinya suci, maka jayalah Negara Indonesia. Apalagi Negara kita terkenal dengan
kekayaan alam yang melimpah. Sudang sangat memungkinkan untuk mengantarkan
kepada Negara maju sehingga bisa bersaing dengan Negara-negara eropa yang
secara kekayaan alamnya jauh lebih rendah dibanding Indonesia. Dalam upacara !7
Agustus ini santri sudah ditanamkan mental seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar