Selasa, 21 November 2017

JAS MERAH



JAS MERAH
 (JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH)
Description: E:\PHOTOS\PONDOK\IMG-20170929-WA0010.jpgSudah tidak asing lagi bagi kita selaku bangsa Indonesia yaitu pada tangal 17 Agustus, kita tidak pernah absen dalam merayakan momentum yang sangat bersejarah. Karena pada tanggal itulah Negara Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya dan mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa Negara Indonesia bukan lagi Negara yang dijajah dan diperbudak, namun sudah menjadi Negara merdeka tanpa ada kekangan dari Negara lain khususnya Negara-negara barat yang telah memperbudak Negara Indonesia selama kurang lebih 3 abad lamanya. 3 abad bukanlah waktu yang sebentar, namun waktu yang membuat jasmani bangsa kita gemetar dan berdebar-debar dalam mengahadapi penindasan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa lain yang sangat kurang ajar dan tidak bermoral. Dibalik rasa itu, jiwa bangsa kita selalu maju tak gentar sepanjang waktu masih berputar. Sehingga harapan dan cita-cita bangsa kita yang dulu masih bersemayam, kini sudah berkibar dengan kibaran bendera sang saka merah putih.
Tidak heran jika kita selaku generasi penerus bangsa, selalu merayakan hari kemenangan Negaranya sendiri. Bukan hanya kalangan berdasi saja yang merayakan, tapi kaum bersarungpun juga ikut menyorak-nyoraikan dalam peringatan HUT Republik Indonesia. Salah satunya yaitu santri Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah tepatnya di desa Sumberanyar kecamatan Paiton yang diasuh oleh KH. Ach. Fauzi Imron, Lc. M.Sc. seluruh santri, tanpa terkecuali baik itu siswa maupun mahasiswa bahkan yang sudah sarjana yang bermukim disini ikut melaksanakan upacara bendera ala santri. Seperti apa upacara ala santri ? yaitu upacara dengan mengenakan pakaian ala santri. Seperti sarung, baju koko, dan kopyah yang merupakan ciri khas dari santri.
Upacara dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah yang sudah dipenuhi dengan bingkai-bingkai merah putih. Agar kita yang berada dalam bingkai merah putih tersebut turut merasakan dan bisa menanamkan jiwa merah putih kepada kita, terutama bagi kalangan kaula muda. Karena masa depan bangsa Indonesia  ada di genggaman kaum muda. Jika pemudanya perfect dan bermental merah putih, dalam artian merah artinya berani dan putih artinya suci, maka jayalah Negara Indonesia. Apalagi Negara kita terkenal dengan kekayaan alam yang melimpah. Sudang sangat memungkinkan untuk mengantarkan kepada Negara maju sehingga bisa bersaing dengan Negara-negara eropa yang secara kekayaan alamnya jauh lebih rendah dibanding Indonesia. Dalam upacara !7 Agustus ini santri sudah ditanamkan mental seperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar